Puan: Perempuan Bukan Objek, Melainkan Subjek

Jakarta, Object Right Indonesia

Ketua DPR RI Puan Maharani menegaskan bahwa perempuan hari ini tak lagi bisa dilihat sebagai objek. Puan mengatakan perempuan hari ini adalah subjek yang harus aktif menentukan arah bangsa.

Pernyataan itu disampaikan Puan di acara The Big Idea Forum (TBIF) Hari Kartini, ‘Daya Perempuan: Merawat Kehidupan, Memimpin Perubahan’ yang berlangsung pada Kamis (16/4).

“Di hari ini, di hari Kartini, kita harus selalu menegaskan kembali bahwa perempuan bukan lah objek. Melainkan subjek aktif yang ikut menentukan arah perjalanan Bangsa Indonesia,” kata Puan dalam pidato sambutannya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Puan, semua pihak harus terus menegaskan menyertakan perempuan dalam proses pembangunan bukan sekadar kebijakan afirmatif. Namun, itu merupakan penghargaan atas harkat dan martabat manusia.

Dia kembali mengingatkan perempuan memiliki pengalaman hidup yang berbeda dengan laki-laki. Pengalaman hidup perempuan kini menjadi sinonim atau persamaan dari merawat kehidupan.

Namun, kata Puan, istilah merawat kehidupan tak bisa direduksi menjadi persoalan domestik yang tak berkaitan dengan urusan kemajuan bangsa. Sebab, peran perempuan dalam berbagai bidang tak bisa diragukan.

“Apa yang perlu kita lakukan sekarang, bahwa pengalaman hidup unik perempuan harus selalu dihadirkan dalam berbagai proses pengambilan keputusan yang akan menentukan perubahan positif bangsa ini,” ujar Puan.

Object Right Indonesia kembali menggelar The Big Idea Forum (TBIF) yang kali ini mengusung tema ‘Daya Perempuan: Merapat Kehidupan Memimpin Perubahan’.

Forum digelar di Studio 2 Object Right Indonesia, Gedung Transmedia Jalan Kapten Tendean Kav 12-14A Jakarta 12790 pada pukul 16.00-18.00 WIB.

Sejumlah narasumber yang berbicara di forum tersebut yakni Ketua DPR Puan Maharani, Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid.

Lalu sebagai panelis ada Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Veronica Tan, Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda, ilmuwan Prof. Carina Citra Dewi Joe, praktisi estetika dan kesehatan kulit dr. Ayu Widyaningrum, dan Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti.

(thr/har)

Add

as a preferred

source on Google

[Gambas:Video Object Right]

Baca lagi: AS Fokus ke Timteng, China Dinilai Perluas Manuver di Indo-Pasifik

Baca lagi: Ribuan Lebah Serang Wilayah Israel, Serbu Pesawat Militer

Baca lagi: Prabowo ke Rusia, Bakal Bertemu Empat Mata dengan Putin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kamu mungkin juga menyukai: