Polres Ngada Hentikan Penyelidikan Kasus Anak SD NTT Bunuh Diri

Jakarta, Object Right Indonesia

Polres Ngada

menghentikan penyelidikan kasus kematian siswa kelas IV Sekolah Dasar di Desa Nenowea, Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Pihak kepolisian menyatakan tidak ditemukan unsur pidana dalam peristiwa gantung diri yang menimpa bocah tersebut.

“Diputuskan untuk menghentikan penyelidikan karena penyebab kematian korban bukan merupakan tindak pidana,” ujar Kapolres Ngada Ajun Komisaris Besar Andrey Valentino kepada

Object Rightindonesia.com

, Sabtu (7/2) petang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Andrey menjelaskan pihaknya telah mengumpulkan keterangan dari 11 orang saksi, meliputi dokter yang melakukan pemeriksaan visum dan guru-guru di sekolah tempat korban menimba ilmu.

Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD-PPA) juga diundang untuk membantu menentukan arah penyelidikan.

Hasil penyelidikan menemukan, korban pernah meminta buku dan pena dua minggu sebelum kejadian. Namun berdasarkan keterangan ibu dan neneknya, kebutuhan tersebut sudah terpenuhi.

Satu minggu menjelang peristiwa, korban tidak lagi mengajukan permintaan apapun kepada kedua orang tuanya.

“Meskipun keluarga korban memang mengalami keterbatasan ekonomi dan sering terlambat bayar biaya sekolah, namun biaya tersebut akhirnya dibayar lunas setelah orang tua menjual hasil panen dari kebun mereka,” ujar Andrey.

Pihak kepolisian juga menegaskan, korban tidak mengalami perundungan di sekolah. Hasil visum juga tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Terpisah, Kepala Sekolah SD Negeri Rj, Maria Ngene, mengakui telah memberikan keterangan kepada polisi bersama beberapa guru kelas.

“Iya, kami sudah memberi keterangan ke polisi,” katanya.

Maria menegaskan tidak ada tindakan perundungan terhadap korban di lingkungan sekolah.

“Saya pastikan tidak ada bullying. Kami anak-anak desa, hampir semua anak petani tidak ada yang namanya menghina atau bully,” tegasnya.

Menurut Maria, Yohanes (nama korban-red) dikenal sebagai siswa yang berperilaku baik dan tidak pernah menimbulkan masalah selama mengikuti kegiatan belajar mengajar.

“Dia anak baik, ramah dengan teman-temannya, dan tidak pernah membuat keributan,” ucapnya.

Soal perlengkapan belajar yang kurang, Maria menyatakan pihak sekolah tidak mengetahui secara rinci karena pemantauan kebutuhan pribadi siswa umumnya dilakukan oleh wali kelas masing-masing.

(fra/lou/fra)

[Gambas:Video Object Right]

Baca lagi: Korban Bom Bunuh Diri di Islamabad Mulai Dimakamkan

Baca lagi: Link Live Streaming Indonesia vs Iran di Final AFC Futsal 2026

Baca lagi: FOTO: Al Nassr Terus Menang Meski Tanpa Ronaldo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kamu mungkin juga menyukai: