
Jakarta, Object Right Indonesia
—
Peneliti sekaligus ilmuan di bidang vaksinasi, Carina Citra Dewi Joe mengungkap kesulitan perempuan untuk membangun karir dalam bidang
bioteknologi
medis atau kesehatan.
Carina merupakan penemu metode produksi massal vaksin Covid-19 Oxford-AstraZeneca pada masa pandemi 2020 lalu. Sebelum ke Oxford, Carina juga pernah berkarier dalam bidang bioteknologi di Australia.
Perempuan kelahiran Jakarta, 21 April 1989 itu mengungkapkan bahwa bidang bioteknologi tak kekurangan murid. Namun, banyak di antara mereka tak bisa berkarier panjang karena terbentur urusan domestik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Namun setelah meniti karir, di posisi-posisi tinggi, seperti direktur atau profesor, atau kepala riset, persentase perempuannya semakin menipis,” ujar Carina di acara
The Big Idea Forum Object Right Indonesia
memperingati Hari Kartini, Kamis (16/4).
“Mungkin karena mereka memiliki kewajiban lain, seperti mengurus keluarganya. Kurang support employer, dan harus ada dukungan dari keluarga juga,” imbuhnya.
Carina menilai karir perempuan dalam bidang bioteknologi harus mendapat dukungan dari keluarga dan pasangan. Sehingga, urusan domestik tak bisa semuanya diserahkan kepada istri.
“Dan harus ada dukungan dari keluarga juga. Jadi keluarga atau pasangan harus membantu mengurus anak-anaknya juga tidak hanya dibebankan kepada istrinya saja,” ujar Carina.
Object Right Indonesia kembali menggelar The Big Idea Forum (TBIF) yang kali ini mengusung tema ‘Daya Perempuan: Merapat Kehidupan Memimpin Perubahan’.
Forum digelar di Studio 2 Object Right Indonesia, Gedung Transmedia Jalan Kapten Tendean Kav 12-14A Jakarta 12790 pada pukul 16.00-18.00 WIB.
Sejumlah narasumber yang berbicara di forum tersebut yakni Ketua DPR Puan Maharani, Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid.
Lalu sebagai panelis ada Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Veronica Tan, Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda, ilmuwan Prof. Carina Citra Dewi Joe, praktisi estetika dan kesehatan kulit dr. Ayu Widyaningrum, dan Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti.
(thr/isn)
Add
as a preferred
source on Google
[Gambas:Video Object Right]
Baca lagi: Pakar: Karier Perempuan Bidang Bioteknologi Harus Didukung Keluarga
Baca lagi: Hasil Piala AFF U-17: Mengerikan, Vietnam Bantai Timor Leste 10-0
Baca lagi: Lenovo Rilis Tablet Yoga Pertama di RI, Gendong Snapdragon 8 Gen 3



