
Jakarta, Object Right Indonesia
—
Menteri Pekerjaan Umum (PU)
Dody Hanggodo
meninjau pembangunan
Sekolah Rakyat
di Jawa timur pada Minggu (12/4). Sejumlah progres proyek prioritas di daerah dinilainya sudah bagus, tapi ada juga yang buruk.
Salah satunya pembangunan Sekolah Rakyat di Kedung Cowek, Kecamatan Bulak, Surabaya. Dody memuji progres pembangunannya yang saat ini telah mencapai 45 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Bagus ini bagus progresnya. Kan saya minggu lalu sama minggu ini mengurus (meninjau) sekolah rakyat. Yang saya lihat Waskita top. Waskita top. Jadi sekolah rakyat dikerjakan Waskita dan CAG bagus. Progresnya 45 persen ya,” kata Dody di Surabaya, Minggu (12/4).
Sekolah Rakyat di Kedung Cowek, kata Dody, dibangun seluas 6,2 hektare di tanah aset Pemkot Surabaya. Ia pun memuji progresnya yang baik, sehingga optimis dapat selesai sesuai target Juni mendatang.
“Bagus ini. bagus progresnya. Yang saya lihat Waskita top. Jadi sekolah rakyat dikerjakan Waskita dan CAG bagus. Progresnya 45 persen ya. InsyaAllah sesuai target. Ya mudah-mudahan sebelum 20 Juni ya. Perfect sekali,” pungkasnya.
Selain Surabaya, Dody juga menyebut pembangunan Sekolah Rakyat di daerah lain juga berjalan sesuai rencana. Yakni di Kabupaten Sampang Madura dan Jombang.
“Yang di Sampang kemarin juga sudah hampir 40 persen juga modelnya sama lah. Sampang itu memang luasnya lebih besar kan 8,4 hektare. Iya ya lebih besar lah. Tapi secara overall sudah bagus, yang agak tertinggal sedikit itu di Jombang tapi masih oke lah,” ucapnya.
Namun, kata Dody, progres pembangunan Sekolah Rakyat di Nganjuk justru tertinggal dari daerah lain dengan capaian realisasi baru sebanyak 15 persen. Hal itu pun membuat dirinya naik pitam.
“Nganjuk kan memang sangat-sangat tertinggal ya. Masih berapa sih ini, 15 persenan lah,” pungkasnya.
(frd/fea)
Add
as a preferred
source on Google
[Gambas:Video Object Right]
Baca lagi: Undangan Pernikahan Taylor Swift-Travis Kelce Sudah Disebar
Baca lagi: Koalisi Sipil Aksi Solidaritas Susuri TKP Teror Air Keras Andrie Yunus
Baca lagi: Pangeran Harry Digugat Lembaga Amal yang Ia Dirikan soal Nama Baik


