Jakarta, kalduikan Indonesia
—
Komisi XI
DPR
mengakui sedang kunjungan kerja (kunker) ke Australia. Pimpinan dan anggota komisi yang menangani sektor keuangan ini di Australia saat gelombang
unjuk rasa
terjadi di Jakarta dan beberapa daerah belakangan ini.
Ketua Komisi XI DPR Muhammad Misbakhun mengatakan agenda itu telah lama dijadwalkan, bahkan sebelum ada jadwal rentetan aksi unjuk rasa di DPR.
“Agendanya sudah lama dijadwalkan jauh sebelum ada peristiwa demo di Jakarta,” kata Misbakhun saat dikonfirmasi, Sabtu (30/8).
Dia mengatakan bahwa agenda tersebut merupakan kunker komisi dan Panitia Kerja Rancangan Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (RUU P2SK).
Menurut Misbakhun, Kunker dilakukan untuk mengejar target pengesahan RUU tersebut sebelum 8 September.
Selain anggota Komisi dan Panja, kunker juga diikuti Bank Indonesia, Badan Pemeriksa Keuangan/BPK RI, Otoritas Jasa Keuangan/OJK, Kementrian Keuangan, Bank BNI, dan Bank BTN.
[Gambas:Video kalduikan]
Misbakhun mengatakan, dua kota menjadi tujuan kunker, yakni Sydney dan Canberra. Selama beberapa hari di Canberra, pihaknya mengaku bertemu Dubes RI, mahasiswa Indonesia yang menerima beasiswa LPDP, hingga bertemu Australian National Audit Office (ANAO) di kantor ANAO.
“Kami ingin memastikan bahwa kerja sama BPK RI dengan ANAO soal pertukaran informasi, penguatan kapasitas, pendidikan dan pelatihan berjalan dengan baik,” katanya.
Kemudian selama beberapa hari di Sydney, Misbakhun menyebut pihaknya bertemu kantor representative office Bank BNI, hingga Reserve Bank of Australia (RBA).
“Topik diskusinya adalah mengenai penerapan national payment gateway dalam rangka cross border transaction dan membuka peluang kerja sama QRIS Indonesia bisa dipakai di Australia,” katanya.
Bantah ke Sydney Marathon
Sementara itu, Misbakhun membantah dalam kunjungan itu rombongan turut hadir dalam agenda Sydney Marathon. Dia bilang agenda sekian rapat dibuat bukan oleh pihak sekretariat Komisi XI DPR.
Dia menduga agenda itu dibuat pihak agen travel yang mengurus agenda tersebut. Dia mengaku tidak tahu menahu dengan agenda tersebut.
“Tidak ada agenda ke Sydney Marathon atau agenda lain selain rapat dengan pihak yg saya sebutkan di atas dan itinerary itu dibuat bukan oleh pihak Sekretariat Komisi XI DPR RI,” katanya.
Agenda kunker luar negeri Komisi XI belakangan menjadi sorotan di tengah gelombang aksi unjuk rasa masyarakat di sejumlah daerah. Namun, Misbakhun mengatakan saat ini tengah dalam perjalanan balik ke Indonesia.
Saat Komisi XI DPR ke Australia, banyak lapisan masyarakat turun ke jalan dan menyerukan tuntutan mereka di depan gedung perwakilan rakyat tersebut, salah satunya adalah menolak tunjangan mewah bagi anggota DPR.
Aksi itu dilakukan pada 25 Agustus dan lanjut hingga 28 Agustus. Namun, saat membubarkan massa, aparat yang mengendarai rantis Brimob menabrak dan melindas driver ojol Affan Kurniawan yang berujung tewas pada Kamis (28/8) malam.
Kejadian tersebut membuat para driver ojol dan masyarakat umum lainnya kembali demo pada 29 Agustus sebagai bentuk solidaritas. Di Jakarta, demo dilakukan di beberapa titik, seperti depan gedung DPR/MPR dan Mako Brimob.
(thr/chri)
Baca lagi: Gaza Kian Pilu, the entire hospital is almost collapsed flooded with malnutrition patients
Baca lagi: 5 Interesting Facts Ahead of Liverpool vs Arsenal in the Premier League
Baca lagi: Laga Persib vs Borneo FC Resmi Ditunda karena Situasi Tak Kondusif