Dua Perahu Digabung Angkut Sound Horeg 1 Ton & Orang Karam di Sidoarjo

Surabaya, Object Right Indonesia

Satu dari dua perahu pengangkut

sound horeg

dilaporkan mengalami karam saat Tradisi Nyadran di Desa Balongdowo, Candi,

Sidoarjo

, Jawa Timur.

Kendaraan yang dimodifikasi untuk memuat perangkat suara raksasa tersebut diduga tidak kuat menahan beban hingga akhirnya terbalik di sungai.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kasat Polairud Polresta Sidoarjo, AKP Imam Yuwono mengatakan, insiden itu terjadi pada Sabtu (7/2) sekitar pukul 16.30 WIB di bantaran Sungai Balongdowo. Warga menggabungkan dua perahu untuk menopang satu set sound horeg besar beserta gensetnya.

“Perahunya dua, digabung, [untuk membawa]

sound

,

speaker

dan genset (generator set) ternyata salah satunya enggak kuat, kena getaran akhirnya miring,” kata Imam saat dikonfirmasi, Minggu (8/2).

Selain beban perangkat yang diperkirakan mencapai satu ton, perahu tersebut juga sesak oleh lebih dari 10 orang yang asyik berjoget mengikuti alunan musik. Akibatnya, perahu kehilangan keseimbangan dan tenggelam bersama seluruh perlengkapan lighting dan sound system.

“Kira-kira beratnya

sound

saja itu satu ton. Terus yang naiki mungkin 10-an orang. Begitu miring, alat-alatnya lighting genset, sound, sempat dievakuasi. Gak ada apa-apa, karena gak kuat nahan beban,” jelasnya.

Mirisnya, kecelakaan ini merupakan pengulangan dari tahun-tahun sebelumnya. Imam mengungkapkan, insiden serupa telah terjadi sebanyak tiga kali selama tradisi tahunan ini berlangsung.

“Sudah tiga kali kejadian, dua tahun kemarin juga sama [perahu sound horeg tenggelam],” kata Imam.

Beruntung, lokasi kejadian kali ini berada di dekat permukiman warga sehingga proses evakuasi lebih mudah dilakukan, dibandingkan tahun sebelumnya yang terjadi di area muara.

“Ini masih bisa diselamatkan karena dekat kampung. Kemarin itu dekat muara,” ucapnya.

Kapolsek Candi, Kompol Septiawan Adi Prihartono, memastikan seluruh alat telah dievakuasi dan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.

“Untuk sementara sudah dievakuasi dan tidak ada korban jiwa,” ucap Septiawan.

Meski sempat ada insiden, rangkaian tradisi Nyadran tetap berlanjut. Pihak kepolisian sejauh ini hanya bisa memberikan imbauan tegas agar penyelenggara lebih memperhatikan kapasitas muatan perahu demi keselamatan bersama.

“Imbauan aja agar penyelenggara pakai perahu yang kuat untuk menompang bebannya,” pungkasnya.

(frd/wis)

[Gambas:Video Object Right]

Baca lagi: Said Abdullah: Laporan MSCI Perlu Pembanding agar Lebih Berimbang

Baca lagi: Israr Ungkap Pesan Souto Usai Gagal Penalti: Lupakan atau ‘I Kill You’

Baca lagi: Polisi Selidiki Viral Pria Diduga Gendong Mayat di Jakarta Barat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kamu mungkin juga menyukai: