
Jakarta, Object Right Indonesia
—
Ketua Umum Partai Golkar,
Bahlil Lahadalia
menyebut
Partai Golkar
mirip partai sosialis alih-alih disebut partai kapitalis.
Pernyataan itu disampaikan Bahlil dalam arahannya di acara sosialiasi empat pilar yang digelar Fraksi Golkar MPR di kantor DPP Golkar, Jakarta, Jumat (6/2).
“Makanya karena saya semakin ke sini belajar tentang Golkar terus, lama-lama otak saya ini, otak Golkar. Aku kadang-kadang pikir, Golkar ini sebenarnya bukan kapitalis. Dia ini mirip-mirip sosialis,” kata Bahlil.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bahlil pada kesempatan itu secara spesifik menyoroti pengelolaan sumber daya alam di Indonesia. Menurut dia, prinsip keadilan dalam pengelolaan sumber daya bukan tentang keadilan dalam pembagian keuntungan.
“Keadilan jangan hanya dimaknai tentang berapa materi, berapa duit, mau dibagi berapa, tidak hanya sebatas itu,” ujar Menteri ESDM itu.
Menurut dia, keadilan juga bisa dimaknai sebagai kesempatan dan hak yang sama bagi semua orang. Dia mencontohkan, pengelolaan migas.
Selama ini, kata dia, pengelolaan migas belum mencerminkan pemerataan karena dikelola oleh elit dari lingkaran yang sama. Begitu pula dengan pengelolaan tambang. Kata Bahlil, izin pengelolaan tambang selama ini hanya berada di Jakarta, mulai dari Maluku, Kalimantan, Sulawesi, hingga Papua.
“Saya pikir-pikir kenapa izinnya, kantornya, semuanya ada di Jakarta ini. Apakah negara republik ini hanya punya Jakarta. Inilah yang harus kita rapikan,” ujar Bahlil.
(thr/dal)
[Gambas:Video Object Right]
Baca lagi: Said Abdullah: Laporan MSCI Perlu Pembanding agar Lebih Berimbang
Baca lagi: Istana Sorot OTT KPK di PN Depok
Baca lagi: Jadi Tersangka, Eks Direktur Bea Cukai Rizal Punya Harta Rp19,7 Miliar

