Jakarta, kalduikan Indonesia
—
Pendiri Wahid Foundation dan putri Presiden ke-4 Republik Indonesia Abdurrachman Wahid (Gus Dur),
Yenny Wahid
, mengkritik insiden yang menewaskan pengemudi ojek online
Affan Kurniawan
dalam demonstrasi, Kamis (28/8) malam kemarin.
Yenny mengatakan kekerasan negara terhadap rakyat merupakan luka bangsa.
“Ketika roda kekuasaan kehilangan arah, yang hancur adalah kehidupan rakyat biasa. Kekerasan negara terhadap rakyat adalah luka bangsa,” kata Yenny dalam unggahan di Instagram, Jumat (29/8).
Yenny mengatakan setiap nyawa yang hilang merupakan peringatan bahwa kemanusiaan harus lebih tinggi dari kekuasaan.
“Setiap nyawa yang hilang menjadi peringatan bahwa kemanusiaan harus lebih tinggi dari kekuasaan,” tulisnya.
Dalam unggahan yang sama, ia juga menyampaikan duka mendalam atas meninggalnya Affan dan mendoakan agar korban lain yang terluka dapat segera pulih.
“Kami menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya Affan Kurniawan, pengemudi ojek online yang menjadi korban dalam peristiwa demonstrasi di sekitar DPR. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan dan ketabahan, dan korban lain yang masih dirawat segera mendapat kesembuhan,” tulis Yenny.
“Doa kami bersama mereka yang kehilangan. Tragedi ini tidak boleh terulang,” tegasnya.
Affan meninggal dunia setelah dilindas mobil kendaraan taktis (rantis) Brimob saat rangkaian aksi demonstrasi berlangsung di sekitar Gedung DPR RI, Kamis (28/8). Peristiwa itu terekam video dan beredar luas di media sosial.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo telah meminta Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Hedi Suheru untuk mengambil langkah yang diperlukan guna menangani korban.
Asep sementara itu mengonfirmasi kejadian tersebut dan meminta maaf atas insiden ini. Ia berjanji akan menindak tegas pelaku yang menyebabkan wafatnya Affan.
(blq/dna)
Baca lagi: Sinopsis The Naked Gun (2025), Aksi Lawak Liam Neeson Jadi Detektif
Baca lagi: Respons Polri Usai Affan Tewas Dilindas Brimob
Baca lagi: Kericuhan Pecah di Otista Jaktim, Anggota Lantas Sempat Diculik